Pheromone

Mau beli deodoran untuk menarik lawan jenis? jangan kesusu! baca artikel di bawah ini…

 


Pada suatu percobaan dengan tikus, ternyata jika beberapa tikus betina yang hidup dalam satu lingkungan, setelah beberapa lama, siklus ovulasi mereka menjadi kurang lebih sama. Begitu pula ternyata yang terjadi pada kaum perempuan. Ini dikenal dengan istilah efek McClintock. Artinya, di antara sesama perempuan yang satu lingkungan itu satu sama lain terjadi “kontak tak kasat mata” yang membawa efek atas sistem hormon reproduksi mereka, yang kemudian menjadikannya siklus yang sama.

Belakangan zat perantara “kontak tak kasat mata” itu dikenal dengan nama Pheromone (feromon), juga mempengaruhi proses “mengenali sesama saudara” juga menyebabkan “merespon stres dan mengendalikan mood dengan pola sama”.

Feromon adalah zat kimia khusus pembawa pesan yang hanya dapat diterima oleh spesies yang sama. Zat ini masuk melalui indera pembau tapi ia sendiri tidak terbaui sebab ujung-ujung saraf pembau tidak ada yang dibuat untuk mengenali keberadaannya. Pengaruh feromon itu menghasilkan respon spesifik, umumnya berupa perubahan perilaku dan dalam proses reproduksi. Dianggap feromon disekresi oleh kelenjar minyak kulit yang ada di akar rambut, terutama dalam kelenjar apokrin (kelanjar bau) di area ketiak, sekitar areola mammae dan sekitar pubes (bulu kemaluan).

Ibu dan anak adalah pasangan sosok yang sangat mengandalkan feromon untuk kedekatan dan “satu nada” satu dengan yang lain. Anak dapat ditenangkan dengan membaui pakaian ibu, sebaliknya kerinduan ibu akan anaknya dapat terobati dengan membaui pakaian anak.

Sekresi feromon dapat berwujud “bau ketenteraman” maupun “bau ketakutan”. Misalnya, seorang anak yang dilanda ketakutan, akan melepaskan feromon “bau ketakutan”, dan ibunya tiba-tiba bisa menjadi ekstra peka akan bahasa tubuh maupun ekspresi anak yang merupakan manisfestasi ketakutan itu sehingga ia dapat dengan cepat bertindak. Mengapa ada ungkapan “senyum itu menular” antara lain ketika seseorang ada dalam kondisi damai, ia akan tersenyum dan melepaskan feromon “bau ketenteraman”, akan menyebabkan orang terdekat ikut mengalami perasaan damai dan ikut tersenyum.

Seorang suami yang sedang bergairah (seksual) bermaksud mengajak hubungan intim dengan istrinya. Sang istri, walau tidak menolak, tapi sedang dilanda hal negatif, secara tak sadar akan melepaskan feromon “bau ketakutan” dan ini akan terdeteksi sang suami yang lantas gairahnya ikut menurun.

Pada percobaan, tenyata memang “bau ketakutan” itu menyebabkan kadar testosteron menurun secara bermakna. Semacam “bau ketakutan” juga dilepaskan ketika perempuan ada di masa mensis.

Hormon feromon ini dibentuk oleh zat kimia androstadienone, yang berpengaruh atas kadar hormon stres kelompok kortisol (bau ketakutan), maupun hormon eforia kelompok oksitosin dan endorfin (bau ketenteraman). Pada percobaan, manusia yang terekspose androstadienone, walau hanya sesaat pendek, mengalami perasaan riang dan positif selama 15-20 menit. Pada pemindaian fungsi otak, bagian fungsi atensi, emosi dan pemroses visual mengalami aktivasi secara bermakna.

Efek feromon ini  bisa menjadi kurang jika orang memakai parfum, deodoran dan penyimpang bau lain di area kelenjar apokrinnya (misalnya ketiak).

Jadi jika iklan berkata: deodoran bisa mendekatkan insan lawan jenis, itu belum tentu betul sebab deodoran menutup efek feromon, dan jika kebetulan sedang dilepas feromon bau ketenteraman, ia tidak mampu menularkan perasaan kedamaian kepada orang-orang di sekitarnya., sehingga tidak akan punya daya tarik. Yang punya daya tarik bukan bau dari deodoran itu melainkan feromon! Karena itu disarankan bukan memakai deodoran apalagi yang sifatnya antiperspiran, melainkan yang bersifat anti kuman saja, tanpa ada bau penyimpang, sehingga yang ditekan hanya pertumbuhan kuman yang menyebabkan bau.

Paling praktis dan murah ya pakai ‘njet’ (pasta dari gamping) atau air kapur. Jangan air tawas, sebab mengandung aluminium. yang bisa merusak kelenjar keringat.

Scientific American, October 2011, Deborah Blum, The Scent of Your Thoughts

 

 

Incoming search terms:

No related posts.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>