Diabetes tipe ‘orang-tua’ atau DM tipe 2, yang umumnya memang baru muncul di usia lanjut, kebanyakan disebabkan karena kegemukan, atau peningkatan lemak terutama di perut. Agaknya lemak yang menyelimuti perut (dan pankreas di antaranya) telah ‘menidurkan’ sel beta pankreas, produsen insulin (yang menumpang di dalam pankreas), sehingga muncullah diabetes. Pada beberapa percobaan, pada pasien tipe ini dilakukan pengurangan asupan kalori secara bermakna selama 2 bulan, sehingga tercapai penurunan berat badan sampai 4 kg, dan pengecilan lingkar perut. Artinya lemak yang menyelimuti pankreas dihilangkan. Selama 3 bulan sesudahnya, gejala DM berangsur hilang, dan terus kadar gula kembali normal, seolah ‘pabrik insulin’ jadi bangun kembali begitu selimut lemak di perut menghilang. Pada 50% pasien, kondisi ini bertahan terus, selama berat badan tetap terkendali di sekitar berat idealnya. 50% pasien lainnya tak mampu mempertahankan berat idealnya dan berat badannya kembali naik, kendali insulin kembali menurun. Jadi memang faktor berat badan sangat menentukan!
Jadi, bagaimana sebaiknya pengelolaan DM pada kelompok usia lanjut?
1) kurangi secara berangsur semua jenis minuman bergula. Jangan secara mendadak sebab dapat memicu kondisi stres akibat ‘pantang gula’ secara tiba-tiba (sugar craving).
2) Biasakan minum air matang, kalau perlu tambahkan jeruk nipis, atau ‘mint’ (sejenis pepermint, bisa dibeli, pakainya dalam wujud tetes) agar mengurangi hasrat minum manis. Tambahan perasa jeruk nipis atau mint sangat menolong menurunkan hasrat akan manis lebih cepat dan langgeng sebab kedua rasa itu bisa ‘memodifikasi’ sensor manis.
3) Teh hijau, atau teh hitam tanpa gula juga dapat menolong modifikasi sensor manis itu. Beberapa teh dengan nuansa rasa buah juga dapat, tapi tanpa gula!
4) Jus buah bisa menipu sebab minum jus buah artinya memasukkan gula lebih banyak. Minumlah koktail buah saja: buah dipotong-potong lalu masukkan dalam air dingin/es, tanpa gula! Tambahkan jeruk nipis atau mint juga.
5) Sesekali minumlah kaldu, rasa asin (low sodium broth), asal jangan terlalu asin, atau minuman dari oats (havermouth) tapi dengan rasa asin, garam atau sejenis bumbu masak, sekali lagi jangan terlalu asin. Mitos bahwa minum asin dapat menaikkan tensi tidak selalu benar. Sering justru minum manis dapat menaikkan tensi! sedang minum asin justru meurunkan tensi karena minum asin dapat mengurangi kadar stres. Sekali lagi tidak terlalu asin, dan cukup satu gelas saja (150-200 cc). Jika memungkinkan, pakai low sodium salt (garam rendah natrium).
6) Jangan biasakan minum memakai pemanis buatan yang diiklankan sebagai nol kalori. Ya, kalorinya memang nol, tapi itu menghalangi upaya anda memodifikasi sensor perasa manis anda sehingga anda tetap saja berhasrat akan rasa manis itu.
7) Tidak perlu pantang lemak. Menu tinggi lemak kadang-kadang justru membuat perut terasa kenyang seketika itu juga sehingga nafsu makan (karbo hidrat) jadi hilang. Ini justru menolong upaya mengurangi berat badan. Diit rendah lemak sering justru menurunkan daya perlindungan tubuh terhadap jantung sebab jantung jadi kekurangan energi jangka panjang yang ada pada lemak. Karbohidrat adakah energi jangka pendek, yang kurang dapat dimanfaatkan oleh jantung. Akibatnya daya toleransi otot jantung jadi menurun, otot jantung lebih mudah rusak. Walau demikian pengaturan diit seimbang juga tetap diperlukan.
Upayakan secara berangsur mengurangi porsi semua jenis karbohidrat (nasi, roti, pasta, mie) dan menggantinya dengan karbohidrat kaya serat (oats/havermouth), semua jenis sayuran berwarna hijau tua.
9) Menu kaya protein juga menolong menutup rasa lapar. Jangan terlalu takut menu protein / lemak; jangan terlalu takut menu yang sampai saat ini masih saja dianggap sumber kholesterol dan trigliserida, sebab penelitian paling baru menunjukkan kadar kholesterol dan trigliserida bukan ditentukan oleh masuknya sumber kholesterol dari makanan, melainkan oleh hati (liver) yang memproduksi kholesterol dan trigliserida, yaitu jika kondisi mental kita stres, termasuk ketakutan akan kadar kholesterol dan trigliserida itu sendiri. Juga jika karena efek stres, kurangnya aktivitas aerobik dan efek minimnya serat, produksi HDL hati menurun, padahal HDL inilah yang membawa masuk kembali kholesterol dari darah ke dalam hati.
Incoming search terms:
- diabetes melitus pada lansia (2)
- apakah sayuran berwarna hijau tua menaikkan tensi (1)
- upaya mengatasi diabetes melitus pada lansia (1)
- teh manis menaikan tensi (1)
- Perasa jeruk perut (1)
- menu usia 55 tahun (1)
- mengelola diabetes (1)
- dm usia 55 th (1)
- diabetes melitus pada usia lanjut (1)
- usia dm (1)
Related posts:
- Obesitas Melanda Dunia Bagaimana tanggapan unik berbagai negara untuk mengatasinya. (Sayang Indonesia tak...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.