BAGI PAPA DONG….

 

Seorang ayah bersama anaknya yang berumur lima tahun mampir ke sebuah restoran untuk membeli french fries. Ketika kembali meneruskan perjalanan, sang anak asik makan sendiri-an tanpa menawarkannya kepada ayahnya. Ayah yang berbahagia karena baru saja menyenangkan anaknya, menggodanya. “Bagi papa dong french fries-nya…” Anaknya menolak dan membuat ayahnya gemas sehingga ia mengambil sendiri dari wadah di tangan anaknya. Si anak mempertahankan sambil berkata, “Ini punyaku!”

 

Betapa sering hal yang sama terjadi dalam hidup kita. Dalam relasi kita dengan Tuhan, kita sering meminta sesuatu pada Tuhan. Namun setelah Tuhan mengabulkan permintaan kita, kita malah asik dengan hal itu dan melupakan sang Pemberi. Tak jarang Tuhan meminta kembali sebagian kecil dari waktu kita, milik kita, talenta kita, dan kita melihat hal itu sebagai sesuatu yang mengganggu keasikan kita. Kita melihat Tuhan yang terlalu menuntut, Tuhan yang mengambil milik kita. Kita lupa dari mana asal semua yang kita miliki.

 

Ayah dalam cerita di atas bisa saja berkata, “Tapi ini papa yang belikan, masak minta sedikit saja tidak boleh?”

Tapi saya yakin Tuhan tidak akan berkata yang sama untuk memaksa kita memberikan kembali kepadaNya. Bukan apa yang bisa kita berikan kepadaNya yang membuatNya bahagia, tetapi mengapa kita mau memberi kepadaNya yang akan membuat Tuhan tersenyum.

Masalah dgn tetangga

Pada saat itu ada seorang petani mempunyai seorang tetangga yg berprofesi sebagai pemburu dan mempunyai anjing” yg galak & kurang terlatih.

Anjing” itu sering melompati pagar dan mengejar domba” petani.

Petani itu meminta tetangganya utk menjaga anjing”nya, ttp  ia tdk mau peduli. Suatu hr  anjing” itu melompati pagar dan menyerang bbrp kambing sehingga  terluka parah.

Petani itu merasa tak sabar, lalu memutuskan pergi ke kota utk berkonsultasi pd seorang hakim. Hakim itu  mendengarkan cerita petani itu dgn hati-hati dan berkata, “Saya bisa saja menghukum pemburu itu dan memerintahkan dia untuk merantai & mengurung anjing”nya.

Tetapi Anda akan kehilangan seorang teman dan mendapatkan seorang musuh. Mana yg anda inginkan, teman / musuh yg jadi tetanggamu?” Petani itu menjawab bahwa ia lebih suka mempunyai seorang teman.

 

“Baik, saya akan menawari Anda sebuah solusi yang mana Anda dapat manjaga domba” Anda supaya tetap aman dan ini akan membuat  tetangga Anda tetap sebagai teman”. Mendengar solusi pak hakim, petani itu setuju.

 

Ketika sampai di rumah, petani itu segera melaksanakan solusi pak hakim. Dia mengambil tiga domba terbaiknya dan menghadiahkannya kepada tiga anak tetangganya itu, yang mana mrk menerima dengan sukacita dan mulai bermain dengan domba-domba tersebut.

Untuk menjaga mainan baru anak”nya, si pemburu itu mengkerangkeng anjing pemburunya. Sejak saat itu anjing” itu tidak pernah mengganggu domba” pak tani.

Di samping rasa terimakasihnya kepada kedermawanan petani kepada anak”nya, pemburu itu sering membagi hasil buruan kepada petani.

Sebagai balasannya petani mengirimkan daging domba dan keju buatannya. Dalam waktu singkat tetangga itu menjadi teman yang baik.

 

Sebuah ungkapan Tiongkok Kuno mengatakan, “Cara Terbaik untuk  mengalahkan  dan mempengaruhi  orang adalah dengan kebajikan dan belas kasih.”

Incoming search terms:

Cara Memandang Masalah

Cerita ini diadopsi & dimodifikasi dari buku Stephen R. Covey “Seven Habits of Highly Effective People”.

 

Dlm suatu perjalanan, kereta api memperlambat lajunya & berhenti di suatu stasiun.

 

Naiklah seorang ibu dgn 2 anaknya yg msh kecil2 ke dlm salah 1 gerbong.

 

Penumpang sdh ckp padat. Beruntung sang ibu & ke2 anaknya bs mendapatkan tempat duduk.

 

Awalnya ke2 anak kecil itu duduk tenang. Tdk lama kemudian, mereka mulai berlarian sambil ber-teriak2.

 

Mereka jg naik ke tempat duduk, menarik bacaan para penumpang. Ke2nya membuat suasana jd gaduh & tdk nyaman.

 

Stlh ckp lama menahan diri, seorang bpk yg duduk di sebelah sang ibu menegur, ‘Kenapa anda membiarkan saja ke2 anak anda membuat ribut & mengganggu seisi gerbong?’

 

Seakan baru tersadar,

sang ibu menjawab perlahan, ‘Saya masih bingung bagaimana menjelaskan kpd mereka begitu kami sampai di RS utk menjemput jenazah ayahnya.’

 

Ternyata sang ibu mendapat pemberitahuan bahwa suaminya sdh menjadi jazad di RS karena meninggal dlm kecelakaan.

 

Dia sekarang dalam perjalanan dgn anaknya ke RS.

 

Seketika si bapak yg bertanya terdiam.

Segera dari mulut ke kuping tersebar informasi tsb & semua penumpang yg tadinya merasa terganggu, berganti iba & simpati.

 

Awalnya yg marah kpd anak2 yg gaduh & ibunya yg terlihat cuek, skrng sebagian penumpang malah mulai ikut bermain & bercanda dg ke2 anak itu.

 

Stlh mengetahui lengkap/persis apa yg terjadi, reaksi penumpang berbalik 180 derajat.

 

Demikianlah dlm kehidupan. Mengetahui lengkap dibanding hanya sebagian, sangat mungkin membuat perbedaan respon seseorang terhadap suatu mslh/kejadian.

Incoming search terms:

Kasih Ibu

Seorang anak yg mendapati ibunya sdg sibuk di dapur.

Lalu menuliskan sesuatu di selembar kertas.

Ibu menerima kertas tsb & membacanya.

 

Ongkos upah membantu Ibu :

- Membantu ke warung 20rb

- Menjaga adik 20rb

- Membuang sampah 5rb

- Membereskan t4 tdr 10rb

- Nyiram bunga 15rb

- Nyapu lantai 15rb

Jumlah seluruhnya : 85rb

 

 

Selesai membaca, Ibu tersenyum, mengambil pena & menuLis dibelakang kertas yg sama :

 

- Mengandung selama 9 bLn.

GRATIS

- Jaga malam karena menjagamu

GRATIS

- Airmata yg menetes karenamu.

GRATIS

- Khawatir memikirkan keadaanmu

GRATIS

- Menyediakan makan, minum, pakaian & keperluanmu.

GRATIS

Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku.

GRATIS

 

Air mata anak berlinang, lalu dia memeluk ibunya & berkata :

“Saya Sayang Ibu”.

Lalu dia mengambil pena & menulis dikertas : “LUNAS”

Incoming search terms:

Ibu dan Anak nakal di kereta

Cerita ini diadopsi & dimodifikasi dari buku Stephen R. Covey “Seven Habits of Highly Effective People”.

 

Dlm suatu perjalanan, kereta api memperlambat lajunya & berhenti di suatu stasiun.

 

Naiklah seorang ibu dgn 2 anaknya yg msh kecil2 ke dlm salah 1 gerbong.

 

Penumpang sdh ckp padat. Beruntung sang ibu & ke2 anaknya bs mendapatkan tempat duduk.

 

Awalnya ke2 anak kecil itu duduk tenang. Tdk lama kemudian, mereka mulai berlarian sambil ber-teriak2.

 

Mereka jg naik ke tempat duduk, menarik bacaan para penumpang. Ke2nya membuat suasana jd gaduh & tdk nyaman.

 

Stlh ckp lama menahan diri, seorang bpk yg duduk di sebelah sang ibu menegur, ‘Kenapa anda membiarkan saja ke2 anak anda membuat ribut & mengganggu seisi gerbong?’

 

Seakan baru tersadar,

sang ibu menjawab perlahan, ‘Saya masih bingung bagaimana menjelaskan kpd mereka begitu kami sampai di RS utk menjemput jenazah ayahnya.’

 

Ternyata sang ibu mendapat pemberitahuan bahwa suaminya sdh menjadi jazad di RS karena meninggal dlm kecelakaan.

 

Dia sekarang dalam perjalanan dgn anaknya ke RS.

 

Seketika si bapak yg bertanya terdiam.

Segera dari mulut ke kuping tersebar informasi tsb & semua penumpang yg tadinya merasa terganggu, berganti iba & simpati.

 

Awalnya yg marah kpd anak2 yg gaduh & ibunya yg terlihat cuek, skrng sebagian penumpang malah mulai ikut bermain & bercanda dg ke2 anak itu.

 

Stlh mengetahui lengkap/persis apa yg terjadi, reaksi penumpang berbalik 180 derajat.

 

Demikianlah dlm kehidupan. Mengetahui lengkap dibanding hanya sebagian, sangat mungkin membuat perbedaan respon seseorang terhadap suatu mslh/kejadian.

Incoming search terms: