Seorang ayah bersama anaknya yang berumur lima tahun mampir ke sebuah restoran untuk membeli french fries. Ketika kembali meneruskan perjalanan, sang anak asik makan sendiri-an tanpa menawarkannya kepada ayahnya. Ayah yang berbahagia karena baru saja menyenangkan anaknya, menggodanya. “Bagi papa dong french fries-nya…” Anaknya menolak dan membuat ayahnya gemas sehingga ia mengambil sendiri dari wadah di tangan anaknya. Si anak mempertahankan sambil berkata, “Ini punyaku!”
Betapa sering hal yang sama terjadi dalam hidup kita. Dalam relasi kita dengan Tuhan, kita sering meminta sesuatu pada Tuhan. Namun setelah Tuhan mengabulkan permintaan kita, kita malah asik dengan hal itu dan melupakan sang Pemberi. Tak jarang Tuhan meminta kembali sebagian kecil dari waktu kita, milik kita, talenta kita, dan kita melihat hal itu sebagai sesuatu yang mengganggu keasikan kita. Kita melihat Tuhan yang terlalu menuntut, Tuhan yang mengambil milik kita. Kita lupa dari mana asal semua yang kita miliki.
Ayah dalam cerita di atas bisa saja berkata, “Tapi ini papa yang belikan, masak minta sedikit saja tidak boleh?”
Tapi saya yakin Tuhan tidak akan berkata yang sama untuk memaksa kita memberikan kembali kepadaNya. Bukan apa yang bisa kita berikan kepadaNya yang membuatNya bahagia, tetapi mengapa kita mau memberi kepadaNya yang akan membuat Tuhan tersenyum.