Polisi dan antimo

Seorang polisi muda mendatangi sebuah warung Polisi : “Pak, Antimo yang saya beli kemarin disini palsu ia ?!” (sambil membentak)

Tk.Warung: “Emang kenapa, Pak?”(sambil ketakutan)

Polisi: “Saya sudah minum 2 butir kok mabuknya nggak ilang ilang?

Jangan macem2 ya, saya ini aparat penegak hukum loh!!” (nada keras)

Tk.Warung: “Bapak dari Kepolisian, ya?” (sambil bertanya setengah ketakutan)

Polisi: “Iya.Emang kenapa kalau polisi? Jgn coba2 menipu saya ya!!”

Tk.Warung: “Pantes ‘ga mempan…, Pak! Lha wong Antimo itu hanya untuk Darat, Laut, dan Udara…. Untuk Kepolisian belum ada, Pak!”

Incoming search terms:

12 Tips Menunda Kepikunan


 

1. Membuat Resume (Ringkasan, Rangkuman)

Membaca, nonton TV, mengikuti seminar dan pelatihan, mendengarkan kotbah dan ceramah kurang berefek sebab masih  berupa sirkuit terbuka. Ketika otak merangkum dan menuliskan, itulah sirkuit tertutup, sangat efektif menunda kepikunan.

 

2. Mengikuti secara aktif program bersosialisasi

bersosialisasi, kumpulan, mengikuti permainan, program untuk kepentingan orang lain; bersosialisasi memaksa otak terbuka terhadap orang lain, melepaskan diri dari diri sendiri. Kepikunan bermula dari egosentrisme, menutup diri terhadap sekitar.

 

3. Menulis

informasi, buku harian, artikel, cerita pendek, novel; termasuk hasil resume (nomor 1). Berbagi hasil tulisan dengan sesama;

Menulis memaksa otak melahirkan daya khayal dan kreativitas; membagikan kepada orang lain membuat diri jadi merasa bermakna: bekal untuk punya semangat melawan kepikunan.

 

4. Berlatih melakukan analisis harian, berlatih mensyukurinya

menemukan makna diri terhadap sekitar, membangun semangat untuk tetap  bermakna. Analisis diri, syukur menempatkan diri pada kondisi positif; hal yang esensial untuk melawan kepikunan.

 

5. Mengikuti berbagai kegiatan

Menyanyi, Pelajaran Bahasa. Menyanyi dan belajar bahasa (asing) memaksa otak kiri dan kanan berkoordinasi aktif; kepikunan dari sisi menurunnya koordinasi emosi dan logika dicegah dengan ini.

 

6. Kliping

Mengerjakan kliping secara terprogram, menulis rangkuman / resume atas yang sudah masuk kliping dan membukukannya, membagikan kepada teman.

 

7. Mengikuti kegiatan otak yang menantang

Catur, Bridge, Games, Teka-teki, TTS, Sudoku, Mencongak. Setiap tantangan menutup kemungkinan untuk pikun.

 

8. Senam Otak

Senam otak memperbaiki koordinasi otak kiri-kanan, depan-belakang dan bawah-atas. Esensial untuk mencegah kepikunan.

 

9. Senam Wajah, Yoga Muka dan Meditasi

Senam muka dan Meditasi memaksa otak lepas dari kondisi depresif.

Esensial untuk mencegah depresi, yang mencegah proses kepikunan.

 

10. Aerobik

Lari, jalan cepat, bersepeda, senam sampai terengah-engah tapi masih  bisa untuk bicara. Aerobik memperbaiki oksigenasi otak, yang esensial untuk menjaga otak tetap hidup. Aerobik juga mencegah timbulnya depresi.

 

11. Pola Hidup & Pola Makan

Istirahat cukup: cukup tidur, tidur siang;

Pola makan: kurangi lemak, asin; perbanyak sayuran hijau tua / mentah, ikan air, buah-buahan, minum kopi 2 cangkir sehari.

Tidur malam untuk perbaikan kondisi otak; tidur siang untuk perbaikan penataan ulang memori.

Ikan air adalah sumber utama omega-3; sayuran hijau dan buah mengandung anti oksidan dan vitamin; kopi terbukti membuat sistem ingatan disegarkan (boosted).

 

12. Kendalikan jika ada kelainan

Berat Badan, Tensi, Kholesterol dan Trigliserida, Gula darah.

Kesehatan umum sangat perlu untuk menjaga kesehatan otak.

 

5 Hal Yang Harus Dihindari

1) Minta dikasihani

2) Nelangsa, merasa diri tak berguna, tak berdaya

3) Depresif, menyalahkan diri

4) Agresif, menyalahkan orang lain, menuntut

5) Apatis, melepaskan diri

 

5 Pesan

1) Just be happy, enjoy your life: Hidup yang senang saja, nikmati

hidup ini sepenuhnya

2) Be positive: berpikir dan berperilaku positif

3) Remain active: tetap aktif di semua kegiatan harian

4) Be creative: berusaha kreatif, memikirkan hal-hal baru

5) Be flexible: berusaha toleran, lentur, fleksibel

Incoming search terms:

Belajar Menerima Perbedaan


Kemampuan menerima perbedaan seharusnya ditanamkan sejak dini pada anak-anak. Kemampuan menerima perbedaan adalah dasar utama berdemokrasi, yaitu kesediaan memahami pikiran dan pendapat orang lain, menghargai suara minoritas dan yang berbeda dengan mayoritas.

Jadi demokrasi bukan mengesahkan keputusan  berdasarkan yang banyak / yang berkuasa yang menang, melainkan menampung semua pendapat lalu mengakomodasikan menjadi keputusan  bersama untuk kebaikan semua pihak, termasuk pihak minoritas.

Celakanya, budaya negara kita,  mulai dari sistem pendidikan sejak masih di taman kanak-kanak, bahkan di play group, sampai di sistem manajemen perusahaan, sudah dibiasakan menghindar dari perbedaan, kemudian menyingkirkan yang berbeda dan minoritas.

Lihat saja pakaian anak sekolah dan pakaian kerja yang diwajibkan seragam, sama rata sama rasa semua kepala dipenggal, yang ada hanya kepala atasan (atau kepala sistem) dengan tubuh mayat-mayat saja. Keputusan selalu dibuat melalui voting suara terbanyak, walau sering suara minoritas banyak yang lebih bermutu, dengan dalih merepotkan. Ingat, suara terbanyak belum tentu yang terbaik, kebanyakan hanya yang tidak merepotkan saja.

Banyak kasus “sweeping” di negeri ini sebenarnya hanyalah perwujudan menyingkirkan yang berbeda.

Pola “pokoknya” adalah contoh kejadian lumrah antar kita untuk menyingkirkan perbedaan.

Sering itu dilakukan atas nama keadilan. Keadilan tidak lagi “memberi porsi perhatian lebih kepada yang kurang mampu” tetapi “memberi lebih kepada saya”.

Menerima perbedaan adalah dasar utama penerimaan pluralisme.

Seharusnya pendidikan, dimulai dari tingkat paling dasar sudah harus dimulai dengan mengenalkan perbedaan, memahami, mengakui, menghargai dan menerimanya, bukan semata-mata membuat anak didik jadi berpengetahuan tapi tidak punya kemampuan bertoleransi dan berefleksi atas diri untuk membentuk sikap hidup yang memahami nilai-nilai kemanusiaan yang beraneka ragamnya.

Tidak heran jika negeri ini tenggelam dalam aneka konflik sebab manusianya sudah tidak mampu lagi memahami dan menerima perbedaan. Lantas berlaku “yang banyak yang punya suara” dan “yang berkuasa yang menentukan nasib semua orang” tanpa celah toleransi dan keadilan berdasar kebenaran.

ST Kartono

Incoming search terms:

Sepuluh Kearifan Krisis


Budaya bangsa bisa menentukan bagaimana seseorang merespon “krisis”.

Orang Indonesia banyak merespon krisis sebagai “malapetaka”; sesuatu yang gawat, genting, yang harus dihindari.

Orang Amerika merespon krisis sebagai titik belok; tanda bahwa ia harus megambil arah baru.

Orang China meresponnya sebagai gabungan dua kata: bahaya dan kesempatan: memakai kesempatan sambil mencegah bahayanya.

Tanpa krisis sebuah bangsa akan menjadi bangsa pemalas. Krisis merangsang pertumbuhan dan perkembangan; jadi bukan untuk dihindari melainkan untuk direspon, disikapi dengan bijak, dengan penuh tanggung jawab; full responsibility. Responsibility = Response-Ability: kemampuan merespon (dengan bijak).

Krisis memaksa seorang menjadi lebih berani, lebih cepat bertindak dalam mengambil keputusan.

Krisis juga memaksa berpikir lebih cerdik, lebih efisien dan inovatif tanpa mengedepankan konflik.

Sepuluh kearifan krisis:

1) krisis selalu terjadi manakala makhluk hidup gagal beradaptasi; jadi belajarlah fleksibel, toleran. Bukan menahan perubahan melainkan menyesuaikan diri dengan perubahan.

2) krisis menghendaki perubahan, reformasi dalam mengatur perilaku; mereka yang “adem-ayem” dalam masa krisis akan habis, tenggelam.

3) menghadapi krisis tidak perlu takut secara berlebihan, sebab bisa menyebabkan kebekuan (immobilized). Tetaplah bergerak dan dinamis.

4) pakai setiap kesempatan di celah-celah krisis itu untuk merebut posisi selagi yang lain masih gamang.

5) krisis memang bisa melenyapkan suatu kesempatan, tapi juga selalu memunculkan kesempatan baru; hendaknya kita jeli menengarainya.

6) saat jalan terasa enak, artinya kita sedang menurun; hati-hatilah; tampaknya saja kita sedang bebas krisis, tahunya sedang menurun! sebaliknya saat jalan terasa berat, ingat itu tanda kita sedang mendaki, jadi pandai-pandailah mengantisipasinya agar mencapai puncak dengan sebaik-baiknya.

7) krisis bukan saatnya untuk mengetatkan aturan tapi saatnya membuka ruang gerak seluas-luasnya agar jika ada kesempatan yang paling kecilpun kita mampu meliuk dan menerobosnya tanpa terkendali aturan dan birokrasi yang kaku dan baku.

8) krisis adalah saatnya berinvestasi. Jika sudah membaik itu saatnya memanen. Jika berinvestasi saat membaik itu artinya terlambat sudah.

9) saat krisis perlu prihatin tapi juga perlu memelihara optimisme dan berpengharapan sebab inilah sumber energi kita.

10) saat krisis pakai otak dan hati: dengan perhitungan cermat dan data-data selengkap mungkin tapi jangan lupakan naluri dan firasat. Sering naluri dan firasat muncul begitu saja manakala sedang dalam krisis, sering itu bisa sangat berarti. Berlatihlah untuk peka terhadapnya.

Disarikan dari Kompas, 2009, Rhenald Kasali

Incoming search terms:

Fuel Cell, Sel Bahan Bakar


Imam Bastori, Kompas 13-2-2003

Prinsipnya sederhana: kalau kita bisa melakukan elektrolisis, yaitu air dipecah menjadi hidrogen dan oksigen, maka ketika hidrogen dan oksigen itu disatukan, pasti timbul listrik (lagi).

Jadi, kita cukup membawa tabung berisi hidrogen dan perangkat fuel cell, lalu sewaktu-waktu kita perlu listrik, tinggal masukkan hidrogen ke dalam fuel cell, lalu masukkan juga udara (yang mengandung oksigen), maka kita mendapatkan energi listrik, plus air dan sisa nitrogen, semuanya tidak berbahaya bagi lingkungan.

Energi listrik yang dihasilkan kecuali bebas polusi juga paling efisien sebab dari molekul langsung menjadi energi, tak ada energi terbuang.

Yang jadi masalah: pembuatan hidrogen itulah yang  masih mahal. Kalau ia dibentuk dari elektrolisis air, jelas jadi tidak efisien sebab energi (listrik) untuk memisahkan air itu lebih tinggi ketimbang energi listrik yang bisa dihasilkan dari penyatuan hidrogen dengan oksigen.

Sampai kini, fuel cell yang ada mendapatkan hidrogen yang dihasilkan dari gas metan (CH4) atau gas alam lain, dengan pertolongan katalisator diubah menjadi hidrogen dan karbon yang akan diikat oleh oksigen dari udara menjadi karbon dioksida; jadi terpaksa ada sisa pembuangan karbon dioksida. Tapi banyaknya karbon dioksida dalam proses ini jauh lebih sedikit ketimbang jika gas metan dibakar untuk menghasilkan panas, lalu dari panas dihasilkan uap air untuk memutar turbin yang akan menghasilkan listrik.

Lagipula proses kimia dari metan menjadi listrik masih lebih efisien ketimbang dibakar hanya agar bisa menguapkan air.

Perangkat fuel cell terdiri dari dua bagian yang dipisahkan oleh dinding membran penukar proton (Proton exchange membrane, PEM).

Di bagian katoda yang terbuat dari platina dialirkan hidrogen yang oleh efek katalisis platina terpisah antara elektron yang melekat pada katoda, dan proton yang menembus PEM memasuki ruang anoda. Di ruang anoda dialirkan oksigen atau udara yang beroksigen. Proton yang datang dari ruang katoda akan mengikat oksigen, menjadi air, sementara oksigen yang diikat proton tadi melepaskan ion positif yang melekat pada anoda. Sekarang antara katoda dan anoda ada beda tegangan, yang jika dihubungkan dengan kabel akan mengalir arus listrik (energi listrik).

Ini adalah proses pembangkitan energi listrik yang langsung dari unsur-unsur intinya sehingga juga paling efisien.

Untuk menghasilkan hidrogen, fuel cell memakai metan yang mengalami penguraian oleh jasa katalisator menghasilkan hidrogen sambil menyisakan sampah karbon dioksida. Ini proses bertingkat, energi kimia langsung menjadi energi listrik, tapi masih terhitung paling efisien.

Efisiensi berikut ialah efek termo-elektrik di mana energi panas langsung diubah menjadi energi listrik secara langsung.

Yang berikut adalah energi panas yang diubah menjadi energi gerak, baru dari energi gerak diubah menjadi listrik oleh jasa generator. Inilah pembangkit energi konvensional, di mana panas dihasilkan oleh pembakaran langsung yang menguapkan air menjadi uap bertekanan (mesin uap) yang menggerakkan generator, pembakaran internal yang menggerakkan piston atau langsung memutar turbin, panas hasil reaksi fisi nuklir, atau kelak juga reaksi fusi nuklir yang memanaskan air menjadi uap bertekanan yang memutar turbin generator.

Pada saat proses menghasilkan panas itulah kemungkinan timbulnya sampah, bisa minimal seperti pembangkit nuklir, bisa maksimal seperti pembangkit batubara dan minyak bumi, atau medium seperti pembangkit dengan tenaga gas, dan minimal seperti tenaga panas bumi dan dari ladang panas matahari.

Jenis pembangkit lain yang juga efisien ialah tenaga surya yang dari energi sinar langsung menjadi listrik (efek photo-voltaic). Pada pembangkit tenaga angin, arus pasang-surut dan gelombang samudera langsung dibangkitkan energi gerak, atau energi kinetik dari pembangkit tenaga air, yang memanfaatkan jatuhnya air menjadi tenaga gerak.

Incoming search terms:

Cara Kaya di masa pensiun ala Warren Buffet dan Albert Enstein

 

Cara Kaya di masa pensiun ala Warren Buffet dan Albert Enstein dengan memanfaatkan reksadana unit link.

Menurut data, hanya sedikit orang yang pernah benar-benar memikirkan bagaimana masa tuanya.  Sebenarnya mungkin semua orang sempat terpikir, tapi karena tidak tahu bagaimana caranya, maka akhirnya kebanyakan orang mengambil sikap “gimana nanti deh”.

Tapi seharusnya masa tua harus benar-benar direncanakan, seperti yang kita tahu, bahkan apa yang kita rencakanpun belum tentu selalu terjadi sesuai yang diharapkan, apalagi jika tidak direncanakan. Tentunya hasilnya akan melenceng semakin jauh.

Banyak cara untuk menjadi kaya di masa tua, diantaranya adalah punya usaha yang besar atau dengan investasi di saham. Salah satu orang yang berhasil kaya raya dari saham adalah Warrent Buffet yang merupakan orang kaya no. 3 di dunia. Dan ternyata Warrent Buffet, menurut saya, memanfaatkan keajaiban dunia ke 8 menurut Albert Einsten, yaitu bunga berbunga. Caranya adalah membiarkan waktu untuk menjadi mesin uang kita. Warrent Buffer mulai investasi di saham sejak umur 11 tahun dan membiarkan waktu untuk menghasilkan bunga-berbungan pada hasil investasinya.

Bagaimana caranya agar masa pensiun kebutuhan kita bisa terpenuhi bahkan mungkin berlebih? Mula-mula, untuk merencanakan kaya di masa pensiun, tahap pertama yang perlu kita ketahui adalah berapa biaya bulanan yang kita harapkan saat kita pensiun nanti. Karena kekayaan adalah relatif bagi tiap orang. Nah, agar mudah,  sekedar untuk contoh. Misalnya saja dalam satu bulan kita perlu biaya hidup minimal 2.5 juta. Dengan asumsi pensiun mulai umur 60th dan masa hidup s/d 90th. Maka akan kita akan perlu biaya untuk biaya hidup Rp. 2.5jt selama 90-60= 30 tahun. Jadi kita perlu dana untuk masa pensiun kita sebesar 2.5jt/bulan selama 30 tahun = 2.5x12x30=900 juta.

Nah darimana kita bisa memiliki dana sebesar itu saat kita pensiun nanti? Jika kita menabung secara normal dari umur 30 tahun s/d 60 tahun, misalnya sebulan Rp. 260rb kita sisihkan, maka akan didapatkan tabungan untuk masa pensiun sebesar 260rbx12bulanx30th = 93.6 juta. Nilai yang masih jauh dibanding target. Selain itu dengan tabungan di deposito yang bunga per tahunnya hanya 6%, sedangkan inflasi pun berkisar di 7%-10%, maka boleh dikata, nilai uang kita tidak akan berubah banyak alias tetap atau malah mungkin akan berkurang.

Nah bagaimana memecahkan masalah di atas? Jawabannya adalah dengan melakukan tabungan pada instrument investasi yang hasilnya melebihi dari angka inflasi, dari simulasi yang telah kami buat, dengan hanya menyisihkan Rp. 260rb/bulan sampai dengan usia pensiun (60th), maka hasil investasinya akan mencapai sekitar 900 juta, nah kalau ingin hasilnya 1.8M, ya nilai investasi per bulannya tinggal dikalikan dua saja, mau 3x lipat? ya tinggal investasi per bulannya dikalikan 3 saja, begitu seterusnya, ini dengan asumsi kondisi ekonomi tetap normal.

Ada juga teknik lain yang bisa membuat lebih cepat lagi. yaitu dengan memberikan sejumlah nilai pada investasi awal untuk meningkatkan efek bola salju dari proyek bunga berbunga ini.

Ditambah lagi ada cara yang dapat memproteksi investasi Anda, yaitu jika sampai terjadi cacat total akibat kecelakaan, maka tabungan Anda akan diteruskan oleh perusahaan investasinya. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi saya di 0812 98 793976 atau email saya di djoko.say2[at]gmail.com  untuk perencanaan dana pensiun Anda. Kami berafiliasi dengan unit link Avrist  yang telah 35th bergerak di Indonesia.

 

Albert Einstein – 8th wonder of the world
 
Albert Einstein was once asked what he thought was the greatest of mankind’s discovery. His answer was: “compound interest” a.k.a “power of duplication” a.k.a “scalability”. This is a very powerful theory that requires patience and discipline. If one was to follow this theory in managing his wealth, he shall receive tremendous reward after a certain time frame.
 
It’s just like $1000 compound interest of 10% per month, after

•1 year: 3.138
•2 year: 9.849
•3 year: 30.912 – see the growth
•4 year: 97.017 – triple!
•5 year: 304.481 – triple again!

 

•This is how powerful compound interest is.

 
 

Incoming search terms:

Bagaimana Tetap Kreatif


Time, 23-1-2006

1) kreativitas bukannya “mendadak muncul” melainkan atas kerja keras (mental) yang tak putus-putusnya.

2) kreativitas tidak selalu berarti ide yang  besar dan cemerlang, tetapi sering dalam bentuk ide kecil-kecil sehari-hari yang semula tidak terasakan, misalnya mengubah cara menjerang kopi-dengan gula batu- secara lebih efisien: dari semula menaruh gula batu di cangkir, baru dituangi kopi panas, menjadi separo air panas untuk menjerang kopi, separo untuk mempercepat larutnya gula batu, baru kemudian dicampurkan (ini berdasar pedoman: menjerang kopi tidak boleh bersamaan dengan gula; gula baru boleh bercampur seelah kopi ‘jadi’).

3) kreativitas tidak pernah takut salah, tapi mampu belajar dari kesalahan demi kesalahan yang ia buat dan tidak pernah mencari kambing hitam atau menyalahkan siapapun.

4) kreativitas tidak hanya mengandalkan buah pikiran sendiri atau firasat/naluri sendiri tapi tak pernah ragu membicarakan, mendiskusikan, menanyakan dari orang lain juga; kreativitas sering lahir dari gabungan buah pikiran beberapa otak.

Profesor Sawyer, tentang mitos kreativitas

Incoming search terms: