1. Membuat Resume (Ringkasan, Rangkuman)
Membaca, nonton TV, mengikuti seminar dan pelatihan, mendengarkan kotbah dan ceramah kurang berefek sebab masih berupa sirkuit terbuka. Ketika otak merangkum dan menuliskan, itulah sirkuit tertutup, sangat efektif menunda kepikunan.
2. Mengikuti secara aktif program bersosialisasi
bersosialisasi, kumpulan, mengikuti permainan, program untuk kepentingan orang lain; bersosialisasi memaksa otak terbuka terhadap orang lain, melepaskan diri dari diri sendiri. Kepikunan bermula dari egosentrisme, menutup diri terhadap sekitar.
3. Menulis
informasi, buku harian, artikel, cerita pendek, novel; termasuk hasil resume (nomor 1). Berbagi hasil tulisan dengan sesama;
Menulis memaksa otak melahirkan daya khayal dan kreativitas; membagikan kepada orang lain membuat diri jadi merasa bermakna: bekal untuk punya semangat melawan kepikunan.
4. Berlatih melakukan analisis harian, berlatih mensyukurinya
menemukan makna diri terhadap sekitar, membangun semangat untuk tetap bermakna. Analisis diri, syukur menempatkan diri pada kondisi positif; hal yang esensial untuk melawan kepikunan.
5. Mengikuti berbagai kegiatan
Menyanyi, Pelajaran Bahasa. Menyanyi dan belajar bahasa (asing) memaksa otak kiri dan kanan berkoordinasi aktif; kepikunan dari sisi menurunnya koordinasi emosi dan logika dicegah dengan ini.
6. Kliping
Mengerjakan kliping secara terprogram, menulis rangkuman / resume atas yang sudah masuk kliping dan membukukannya, membagikan kepada teman.
7. Mengikuti kegiatan otak yang menantang
Catur, Bridge, Games, Teka-teki, TTS, Sudoku, Mencongak. Setiap tantangan menutup kemungkinan untuk pikun.
8. Senam Otak
Senam otak memperbaiki koordinasi otak kiri-kanan, depan-belakang dan bawah-atas. Esensial untuk mencegah kepikunan.
9. Senam Wajah, Yoga Muka dan Meditasi
Senam muka dan Meditasi memaksa otak lepas dari kondisi depresif.
Esensial untuk mencegah depresi, yang mencegah proses kepikunan.
10. Aerobik
Lari, jalan cepat, bersepeda, senam sampai terengah-engah tapi masih bisa untuk bicara. Aerobik memperbaiki oksigenasi otak, yang esensial untuk menjaga otak tetap hidup. Aerobik juga mencegah timbulnya depresi.
11. Pola Hidup & Pola Makan
Istirahat cukup: cukup tidur, tidur siang;
Pola makan: kurangi lemak, asin; perbanyak sayuran hijau tua / mentah, ikan air, buah-buahan, minum kopi 2 cangkir sehari.
Tidur malam untuk perbaikan kondisi otak; tidur siang untuk perbaikan penataan ulang memori.
Ikan air adalah sumber utama omega-3; sayuran hijau dan buah mengandung anti oksidan dan vitamin; kopi terbukti membuat sistem ingatan disegarkan (boosted).
12. Kendalikan jika ada kelainan
Berat Badan, Tensi, Kholesterol dan Trigliserida, Gula darah.
Kesehatan umum sangat perlu untuk menjaga kesehatan otak.
5 Hal Yang Harus Dihindari
1) Minta dikasihani
2) Nelangsa, merasa diri tak berguna, tak berdaya
3) Depresif, menyalahkan diri
4) Agresif, menyalahkan orang lain, menuntut
5) Apatis, melepaskan diri
5 Pesan
1) Just be happy, enjoy your life: Hidup yang senang saja, nikmati
hidup ini sepenuhnya
2) Be positive: berpikir dan berperilaku positif
3) Remain active: tetap aktif di semua kegiatan harian
4) Be creative: berusaha kreatif, memikirkan hal-hal baru
5) Be flexible: berusaha toleran, lentur, fleksibel
Incoming search terms: